Akhir Evakuasi Korban Kerusuhan Wamena Warga Asal NTB

MATARAM – Dari 108 orang pengungsi Wamena warga asal Nusa Tenggara Barat (NTB), tersisa tiga orang yang akan diberangkatkan pulang ke kampung halamannya Selasa 8 Oktobeer 2019. Kepulangan mereka  dibiayai oleh Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Kota Bima maupun Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial NTB Haji Amir yang menangani mereka selama di tempat pengungsian Batalion Infantri 751 di Sentani mengatakan jumlah seluruhnya yang terdata pulang ke daerah asalnya 108. ”Masih ada warga asal NTB yang statusnya pegawai negeri sipil (PNS) di sini belum pulang,” kata Amir, Senin 7 Oktober 2019 sore.

Mereka umumnya PNS yang ikut serta sebagai relawan di Wamena. Sedangkan istri dan anak-anaknya sudah dipulangkan terlebaih dahulu dalam kelompok berjumlah 108 orang yang dihimpun Dinas Sosial NTB. Kalau ada lagi yang ingin pulang, dipastikan mereka akan membiayai sendiri kepulangannya.

Pemberangkatan Ahad 6 Oktober 2019 telah dipulangkan 50 orang dan hari ini Senin 7 Oktober 2019 sebanyak 27 orang langsung ke Bima dari Sentani via Makassar menggunakan Lion Air. Juga ada tiga orang asal Kabupaten Dompu.

Secara terpisah pada penerbangan Garuda, pukul 11.55 waktu setempat ada tiga orang pengungsi asal Lombok Timur via Jakarta tujuan Lombok yang akan tiba di Lombok Selasa pagi 08.30.  Sedangkan tersisa tiga orang dewasa dan dua bayi akan akan dipulangkan besok dengan pesawat Lion 7.45 tujuan Bima. ”Ada beberapa laki-laki selaku suami belum pulang karena bertahan sebagai PNS,” ujar Amir.

Amir dan sejawatnya Amran yang juga akan meninggalkan Papua, Selasa 8 Oktobeer 2019 pagi via Biak, menyebutkan selama menangani pengungsi Wamena, ia merasa terbantu oleh sesama warga asal NTB yang bertugas di berbagai lembaga pemerintah di Papua. Baik itu di Jayapura, Sentani maupun di Wamena.(*/1)

Close Menu