KEK Mandalika Diminta Tetapkan Tagline

MANDALIKA RESORT – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika diminta untuk segera menetapkan tagline oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia menganjurkan direksi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) agar menggunakan MotoGP sebagai dasar pilihannya. Sebab, tidak mungkin menggunakan wisata alam, bahari, budaya atau MICE (meeting, incentive, convetion, exhibition) yang sudah dipegang oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Misalnya, Danau Toba memilih taglinenya Super Volcano Geopark, atau Borobudur yang memasang tagline Mahakrya Budaya di Dunia, Labuan Bajo sebagai Diving and Snorkling Spot.

”Pasti kalah Mandalika jika dibandingkan dengan di daerah sendiri maupun daerah lain,” kata Arief Yahya sewaktu berbicara di kantor ITDC, Kamis 10 Oktober 2019 sore: Ia melihat dimulainya pembangunan sirkuit MotoGP yang pekerjaan dasarnya ground working telah berjalan 30 persen atau secara keseluruhan program sirkuit mencapai 10 persen.

Ia mengulang ,masalah tagline setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo bertanya tagline Mandalika sewaktu berkunjung ke Mandalika beberapa bulan lalu namun tidak ada yang bisa menjawabnya.

Arief Yahya menunjuk daftar destinasi wisata di Indonesia yang terpampang dalam presentasinya. Yaitu 30 destinasi unggulan wisata bahari. Ada 10 destinasi wisata pantai yang menempatkan Mandalika di urutan ke tujuh di bawah Bali atau di urutan pertama tercantum Natuna Anambas Kepulauan Riau. Sedagkan di 10 urutan wisata bentang laut Lombok (bukan disebut Mandalika) beradai di urutan empat dan juga di bawah Bali atau di urutan pertama Sabang Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk kelompok wisata bawah laut Lombok Nusa Tenggara Barat di nomor urut dua di bawah Togean Sulawesi Tengah.

Menurutnya, Mandalika tidak pernah diasosiasikan halal yang disandang oleh Lombok. Untuk wisata bahari diyakini Arief Yahya pasti kalah kalau dibandingkan dengan Raja Ampat atau Labuan Bajo. Memang ada data Nusa Tenggara Barat dua tertinggi tapi di Gili Trawangan. Kalaua Mandalika disebutkan pantainya tapi belum terkenal. ”Harus memutuskan. Jangan mimpi budaya dan alam. Menurut saya yang mungkin sport tourism,” ujarnya yang mengatakan waktu itu belum ada ide sirkuit MotoGP.

Selama ini, unggulan wisata MICE Nusa Dua. Tapi kalau motoGP tidak ada yang melawan di Indonesia. Karena berketetapan Mandalika memiliki tagline MotoGP.

Sebelumnya, Arief Yahya mengatakan pemilihan adanya sirkuit MotoGP di dalam kawasan Mandalika ini tidak diragukan bisa mendatangkan penontonnya hingga 100 ribu orang wisatawan  ”Tidak ada referensi MotoGP tidak diminati,” ucapnya.

Mandalika adalah salah satu dari lima destinasi super prioritas di Indonesia. Lainnya adalah Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupang Minahasa Utara.

Untuk membangun kelima destinasi ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,706 triliun. Yang terbesar adalah Danau Toba Rp 4,039 triliun, Borobudur Rp 3,158 triliun, Mandalika Rp 2,02 triliun dan Labuan Bajo Rp 1,715 triliun. Sedangkan Likupang yang baru disertakan mendapatkan Rp 773,712 miliar. ”Kesemuanya harus selesai 2020,” kata Arief.

Sedangkan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer menjelaskan bahwa pembangunan sirkuit MotoGP sudah memasuki tahapan ground working yang mencapai 30 persen atau keseluruhannya mencapai 10 persen. ”Ini kawasan yang dimulai dari sirkuit dan lanskapnya,” ujar Abdulbar M Mansoer.

Sebagai bagian dari distrik entertainment dan sport terpadu, kawasan di tengah sirkuit Mandalika akan digunakan sebagai destinasi pariwisata. Di kawasan tersebut akan dibangun glamping (Glamour Camping), commercial area, dan kondotel.

Sirkuit MotoGP Mandalika yang panjangnya 4,32 km, 18 tikungan, kpasitas area paddock mencapai 40 garasi, area grand stand berkapasitas 50.000 tempat duduk, area berdiri mencapai 138.000, dan hospitality suites berkapasitas 7.700 pengunjung.(*/1)

Close Menu