Ribuan Hektar Padang Savana Gunung Rinjani Terbakar

MATARAM – Hari ini memasuki hari ketiga Plawangan Senaru dan Sembalun di Gunung Rinjani mengalami kebakaran. Sampai tadi pagi, Senin 21 Oktober 2019, luas lahan padang savana dan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai ribuan hektar. Karenanya, empat pintu pendakian ke Rinjani yaitu di Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik dinyatakan ditutup. Para pendaki yang berada di perjalanan diminta turun besok Selasa 22 Oktober 2019.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dwi Pangestu menjelaskan kondisi kebakaran tersebut kepada Tempo, Senin 21 Oktober 2019 sore. ”Kebakaran mulai terjadi Sabtu dari arah Senaru meluas ke Sembalun. Demi keselamatan pendaki, semua jalur ditutup,” katanya.

Selama ini, sejak terjadinya bencana gempa bumi, pendakian hanya sampai Plawangan karena kondisi rute pendakian mengkawatirkan. ”Tidak bisa ke puncak dan danau Segara Anak. Hanya Plawangan saja,” ujarnya.

Menurutnya, para pendaki yang telah turun dari arah Senaru sebanyak 75 orang. Sampai Plawangan terbatas. Berdasarkan laporan tim Balai TNGR penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui. ”Info BMKG masih panas dan angin cukup kencang. Banyak faktor alam dan manusia,” ucap Dwi Pangestu.

Titik hotsport aplikasi LAPAN terpantau ada beberapa titik. di Rinjani yang semula berjumlah 36 titik. Hari ini sudah menurun menjadi 15 titik panas.

Untuk menangani kebakaran tersebut telah dikerahkan tim Senaru sebanyak 10 orang, 2 orang petugas dan tim bantuan yang terdiri dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) 40 orang, Kepolisian Resort Kabupaten Lombok Utara (Polres KLU) 20 orang, TNI 30 orang, Brimob 27 orang, TNGR 8 orang, Asosiasi Tour Operator Senaru 5 orang. Ditambah Tim Anyar 10 orang, 2 orang petugas TNGR, Tim Santong 10 orang, 4 orang petugas TNGR. Sedangkan

Tim Sembalun 18 orang terdiri dari 10 orang, seorang TNI (Koramil Sembalun), seorang POLRI (Polsek Sembalun), tiga orang PHL Resor Sembalun dan tiga orang ASN Resort Sembalun.

Lainnya dari Tim Aikmel 15 orang yang terdiri petugas TNGR satu orang, anggota Polsek Aikmel dua orang, anggota masyarakat mitra Polhut (MMP) Resort Aikmel dua orang, dan anggota masyarakat peduli api (MPA) 10 orang. Kemudian Tim Timbanuh dua orang petugas TNGR dan sembilan rang MPA Timbanuh

Update dari Tim Anyar hotspot di seputaran Sampurarung hingga Marung Meniris sudah padam. Berdasarkan pengamatan tim, di sebelah timur Marung Menjangkar terdapat dua titik api dan di gunung Sangkareang tiga titik api yang sudah mulai mengecil sedangkan di wilayah barat Meres Sekandel terlihat satu titik api. Di saat yang sama, juga terjadi tebing longsor di seputaran tumpasan Lokok Mentanjo.

Jumlah pengunjung yang registrasi/cek in Ahad 20 Oktober 2019 adalah 29 orang yang terinci 25 orang WNA dan empat orang WNI pada jalur pendakian Sembalun, 10 orang yang terinci tujuh orang WNI dan 3 orang WNA pada jalur pendakian Timbanuh, dan 22 orang WNI pada jalur pendakian Aik Berik Lombok Tengah. Semua pengunjung tersebut dalam keadaan aman dan telah diberikan himbauan agar besok segera turun dan keluar dari jalur pendakian. Berdasarkan data cek in-cek out pengunjung, sudah tidak terdapat pengunjung pada jalur pendakian Senaru.

Adapun perkiraan luas kebakaran hutan di wilayah kerja Senaru dan Sembalun TN Gunung Rinjani yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 2019 s.d hari ini 21 Oktober 2019 berdasarkan sumber data dari Sentinel-2 L1C L2A adalah 4.002,46 ha.

Pantauan hotspot dari aplikasi LAPAN FIRE HOTSPOT Senin 21 Oktober 2019, jumlah hotspot di kawasan TN Gunung Rinjani mengalami penurunan dari 36 hotspot menjadi 15 hotspot di kawasan TN Gunung Rinjani dan arah sebaran kebakaran menuju barat selatan dari Gunung Rinjani.(*/1)

Close Menu